|
|
Pengawasan Rehab Sekolah Libatkan Konsultan Manajemen
Selasa, 09 Februari 2010, 09:45 WIB Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai tahun ini akan melibatkan konsultan manajemen independen dalam setiap pelaksanaan rehabilitasi gedung sekolah, baik yang bersifat ringan, sedang, berat, maupun rehab total. Dengan begitu, diharapkan pengawasannya dapat berjalan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB), lebih profesional, serta lebih meningkatkan kualitas bangunan gedung agar tidak gampang rusak.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengaku kecewa dengan banyaknya gedung sekolah yang kualitasnya rendah sehingga mudah rusak, ambruk, atau tidak terawat dengan baik. Sehingga menjadikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak nyaman dan hasilnya tidak maksimal. Sayangnya, sejauh ini Pemprov DKI belum menemukan bentuk sanksi yang cukup memberikan efek jera bagi pengembang yang kurang profesional.
“Yang saya inginkan, sanksi tersebut tidak hanya memasukkan pengembang dalam daftar hitam (black list), karena umumnya pengembang memiliki lebih dari satu perusahaan. Sehingga ia bisa menggunakan nama perusahaannya yang lain. Cara ini tidak akan membuat efek jera dan menjadikan kualitas pekerjaan semakin baik,” kata Fauzi Bowo di Balaikota, Senin (8/2).
Selanjutnya Fauzi Bowo menginginkan agar Dinas Pendidikan DKI menggunakan cara yang lebih profesional dalam pengawasan pembangunan. Sebab anggaran yang digunakan untuk rehab sekolah itu diperkirakan mencapai Rp 300 miliar. Tentunya diharapkan kualitas bahan bangunan yang digunakan sesuai dengan RAB yang telah disepakati.
“Karena proyek ini volumenya banyak dan jumlahnya cukup besar, saya minta supaya menggunakan cara yang lebih profesional. Seperti untuk setiap pengawasan proyek jangan diberikan kepada seorang guru karena mereka tidak mempunyai pengalaman pembangunan gedung,” ujarnya. Karena itu, Fauzi Bowo meminta dalam pelaksanaan manajemen proyek harus memakai konsultan manajemen yang independen dan profesional.
Penggunaan konsultan manajemen ini harus diperhitungkan sejak awal, agar dapat diperhitungkan biaya pemakaian konsultan dalam pengerjaan proyek. Jika tidak sejak awal, akan menimbulkan kekisruhan dalam menentukan siapa yang membiayai dan dari mana anggaran biayanya. Menurutnya, dengan menggunakan konsultan manajemen dapat menghemat biaya, waktu pembangunan, pengawasan pelaksanaan proyek, serta dapat meningkatkan kualitas pekerjaan yang lebih baik. Maka tidak ada alasan untuk menolak usulan tersebut.
Usulan ini disampaikan Fauzi berdasarkan pengamatan yang dilakukannya di lapangan. Ia menemukan ada gedung sekolah yang baru dibangun, namun cat dindingnya sudah mengelupas. Kemudian ada plafon gedung yang tidak rata karena memakai bahan kayu yang tidak sesuai dengan rencana. “Kalau terjadi seperti ini sekarang yang mengawasinya siapa? Itulah yang kita minta, harus melibatkan konsultan manajemen mulai dari pengawasan, perencanaan dan pembangunan agar pengendalian proyek dapat dilaksanakan lebih profesional dari sebelumnya,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, menyambut baik usulan gubernur. Menurutnya, ketidakpuasan gubernur terhadap kondisi gedung sekolah yang mudah rusak dan rubuh merupakan bentuk perhatian Pemprov DKI terhadap peningkatan pendidikan di Jakarta. Selama ini pengawasan pelaksanaan rehab sekolah dibantu Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah serta Dinas Pengawasan dan Penertiban (P2B) DKI.
Namun untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian rehab gedung sekolah agar lebih baik lagi, Taufik menyatakan, mulai tahun ini dalam setiap rehab gedung sekolah baik sedang, total, berat, akan melibatkan konsultan manajemen. “Pengawasan akan ditingkatkan sebagai bentuk sebuah support dalam mengawasi secara profesional. Para pengembang harus melibatkan konsultan manajemen di setiap rencananya sehingga ada pertanggungjawaban yang baik,” kata Taufik. Selanjutnya ia berharap, dengan turut sertanya konsultan manajemen dalam setiap pelaksanaan rehab gedung sekolah, maka kualitas gedung sekolah bertambah baik, tidak mudah rusak dan rubuh.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan DKI, Didi Sugandi menyebutkan, pada tahun 2010 ini, rencananya akan melakukan rehab total sedikitnya terhadap 46 gedung sekolah. Masing-masing adalah 22 gedung SDN, 20 gedung SMPN, dua gedung SMAN dan pembangunan dua gedung sekolah baru di Semanan dan Sukapura.
Pihaknya juga akan merehab total dua kantor balai pendidikan dan pelatihan kerja (BPPK), satu kantor Balai Pengembangan dan Pelatihan Pendidikan Luar Sekolah (BP3LS) dan satu kantor Balai Pendidikan Tenaga Kependidikan Dasar (BPTKD).
“Pelaksanaan rehab total untuk ke-46 gedung sekolah ini akan dimulai pada Mei mendatang. Sejauh ini alokasi dana untuk rehab total dalam APBD DKI 2010 masih dalam proses pencairan. Selain itu, Dinas Pendidikan sedang berkonsentrasi mempersiapkan pelaksanaan ujian nasional (UN) pada Maret mendatang,” ungkapnya.(BJ)
|